Peringatan (boleh diabaikan) !...Menelusuri Weblog ini dapat menyebabkan cerdas, bijaksana, serangan kantuk, serta ganguan terhadap stagnasi pikiran!.......Menulislah engkau, selama engkau tidak menulis engkau akan hilang dari masyarakat dan pusaran sejarah (Pak De Pram "Pramoedya Ananta Toer").
KU MAAFKAN KAU SETULUS HATI
Wednesday, October 01, 2008

Bersyukur aku mendapat kesempatan membaca buku-buku positif. Mendengar kata-kata bijak di warung-warung tempe penyet dan mendengar kaset arti pemaafan. Aku pernah tidak mengucapkan kata maaf selama bertahun-tahun kecuali saat Lebaran. Aku seperti tak bergaul dengan orang lain sehingga tak merasa bersalah. Kalaupun ada yang meminta maaf cukup kepalaku mengangguk sekali.

Dan kelebihanku saat itu aku sangat mudah memaafkan siapa saja. Sekarang aku sudah terbiasa meminta maaf jika salah walaupun resikonya harus dicaci maki didepan umum.

Bagiku kesalahan adalah borok yang harus disembuhkan. Biar hilang dan tidak menggerogoti jiwa dan bukan ditutupi dan membuat hati berbau busuk. Tetapi tiba-tiba aku sadar, jeleknya aku adalah sulit memaafkan kesalahan orang lain.

Sebagian aksi yang kulakukan dibangun diatas dendam dan sakit hati. Aku menulis puisi untuk mengiris-ngiris hati. Aku membangun bisnis untuk mengalahkan bisnis orang. Aku mengumbar kata dan SMS untuk menggerogoti ketenangan orang, ngebut dijalanan untuk membuat panik orang. Dan sebagainya, dan seterusnya.

Sepertinya banyak sekali hal-hal yang kulakukan dengan energi dendam. Aku sampai heran sendiri. Inikah salah satu maksud Betrand Russel menulis “ bahwa orang baik-baik”. Seperti bukit yang menjulang menggapai teduh, tetapi walau ia mendapat air hujan pertama, lembah sang penyabarlah yang akan menjadi subur.

Kemarin datang seorang kawan yang sangat kubenci. Ia telah lama melecehkan aku. Memperlakukan sebagai alas kaki. menghina dan mencaci maki bahkan tega memfitnahku didepan sahabat-sahabat baiku.

Ia membohongiku hampir setiap hari sejak tahun 2000. Impianku ia patahkan. Group-ku yang susah kubangun ia pretelin satu persatu. Ia adalah sahabatku yang sangat kudendami. Kalau ia bukan ciptaan Tuhan yang sangat aku hormati dan kusembah, pasti sudah kusobek-sobek perutnya. Dan mulutnya yang tak pernah terkontrol aku jadikan asbak dan tempat kencing.

Saat ia datang, aku sadar, bahwasanya kebencian justru merugikanku sendiri. Menggerogoti spritualitas. Menguras energi. Sekarang justru ia kulihat dengan rasa iba. Ia sebenarnya adalah seorang yang pantas untuk dikasihani. Tidak terlalu jauh berbeda dengan diriku ini. Seorang pemuda yang menurut Ronggowarsito masih pendek ususnya, aku bisa bercermin pada siapa saja, kapan saja, termasuk pada Si Pembual ini.

Satu kata yang tak terucap saat ia pergi, maaf! Kumaafkan kau meskipun engkau tidak pernah meminta maaf. Dan seketika sejuklah dan lapang dadaku. Aku bisa menerima hadirku apa adanya. Aku sudah siap, kau boleh membual apa saja tentang kehebatanmu dan aku akan mengamini. Kau boleh menceritakan ini Bapakku, ini Embahku, ini Engkongku dan seterusnya. Dan aku akan tersenyum sambil berdo’a semoga kita dapat berkata: inilah aku!

Kau boleh menjelek-jelek kan diriku demi meninggikan dirimu. Biarlah, aku takkan membalas. Aku tahu dan harus belajar, bahwa yang rendah bisa ditinggikan dan yang tinggi bisa direndahkan. Aku adalah dinamika kesimbangan alam (ce elah!) . Cukuplah aku memilih kata mana yang akan aku lupakan. Siapkah yang akan aku mbelajar padanya. Menjadi seperti apa dan bagaimana. Tidak selalu melulu dan terus diributi dirinya.

Biarlah kujaga jarak sebagai metode isolasi saat aku tak siap menerima ludahnya yang penuh bisa pembunuh jiwa. Inilah yang disebut Guy Hendriks sebagai pengucilan

you’re nobody’s victim whithout your permission”

-Eleanor rosevelt-

sahabatku, aku memilih untuk bertanggung jawab atas semua yang kualami, yang kudapatkan. Maka lewat tulisan ini ingin kumengucapkan SELAMAT IDUL FITRI 1429 H dengan tulus kukatakan bahwa aku memaafkanmu Dzohir dan Bathin!.

 
madhayudis's . at 2:00 AM | Permalink


1 Komentar:


At 4:13 PM, Anonymous dhie

Tertatih ku mengejar bulan…..
Mengais sisa-sisa Ramadhan…
Terjatuh, terpuruk dikeheningan,
Ramadhan sebentar lagi meninggalkan kita,
Bulan Syawalpun menjelang
Tinggalkan arti tujuh puluh tingkat
pahala bagi yang beriman.
Taqabalallahu Minna wa Minkum
waja’alna Minal’aidzin wal faizin.
Mohon maaf Lahir & Bathin