Peringatan (boleh diabaikan) !...Menelusuri Weblog ini dapat menyebabkan cerdas, bijaksana, serangan kantuk, serta ganguan terhadap stagnasi pikiran!.......Menulislah engkau, selama engkau tidak menulis engkau akan hilang dari masyarakat dan pusaran sejarah (Pak De Pram "Pramoedya Ananta Toer").
perkebunan Apel Kota Batu - Malang
Friday, June 08, 2007
Mengunjungi perkebunan Apel Mbatu

Kota apel. Julukan itu telah lama melekat pada kota yang resmi berdiri lima tahun lalu setelah memisahkan diri secara administratif dari pemerintahan Kabupaten Malang. Apel (memiliki empat varietas - manalagi, romebeauty, anna, dan wangling) khas produksi dataran yang berada di ketinggian tak kurang dari 600 meter di atas permukaan laut serta dikelilingi banyak gunung, antara lain Gunung Panderman, Gunung Banyak, Gunung Welirang, dan Gunung Bokong, tersebut puluhan tahun menjadi andalan hasil pertanian Kota Batu sekaligus sebagai penggerak utama ekonomi riil masyarakat kota Mbatu.

Beberapa waktu yang lalu kebetulan saya berlibur di kota ini untuk mengunjungi sohib yang sudah berbulan-bulan tidak pernah bertemu muka. Kebetulan ia memiliki Villa yang tidak seberapa besar, yang bisa ditempati secara gratis selama satu hari, keesokan hari, diajaknya menuju perkebunan Apel milik Ortunya, dengan berboncengan motor.

Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, demikian tulisan yang terpampang di sebuah tugu pembatas Desa yang terletak di punggung pegunungan. Udara sangat dingin dan tampak mendung, kabut masih menggelayut manja, meskipun jam sudah menunjukkan pukul sembilan pagi. Kamipun berhenti disebuah kebun seluas 2 Hektar yang tampak rimbun dengan pepohonan apel. Tampak buah apel hijau, kuning, dan merah merona (bibir kale!….), menggelantung berkelompok.


Sungguh menggoda dan hampir saja aku tergoda….namun buru-buru teman menyergah agar aku tidak memakanya karena buah itu baru saja di
Rabuk (Semprot pestisida), sangat riskan untuk dimakan”demikian katanya”. Dia mengajak menuju kebun dibelakangnya, Saya dipersilahkan untuk memetiknya, “Apel Anna” eeehm…..itu namanya, bentuknya sedikit lonjong, rasanya manis dan sedikit masam, saya pun makan sebanyak berapa buah dan tapi sayang tidak boleh dibawa pulang. Buah Apel ini tidak hanya dijual mentah banyak yang sudah diolah. misalnya, diolah menjadi jenang, wingko, sirup, keripik, selai, sampai minuman brem dan sari apel.

Anda ingin makan apel segar?? Datang aja langsuung…………………………

 
madhayudis's . at 12:20 AM | Permalink


1 Komentar:


At 11:41 AM, Anonymous triadi

wah bisa nih maen maen kesana...saya kok jadi tergoda ya...:)