Peringatan (boleh diabaikan) !...Menelusuri Weblog ini dapat menyebabkan cerdas, bijaksana, serangan kantuk, serta ganguan terhadap stagnasi pikiran!.......Menulislah engkau, selama engkau tidak menulis engkau akan hilang dari masyarakat dan pusaran sejarah (Pak De Pram "Pramoedya Ananta Toer").
BERCERMIN PADA LEBAH
Monday, January 01, 2007
BERCERMIN PADA LEBAH
Membicarakan tentang manfaat, tidak ada yang paling mudah kita temui selain
pada lebah dan madu yang dihasilkanya. Di negara-negara yang disebut orang sebagai negara maju, seperti Jerman, jepang, inggris, prancis, rata-rata konsumsi madu pertahun antara 1.000 sampai 1.600 perkalori pertahun. Berbeda dengan di negara berkembang seperti Indonesia, konsumsi madu btak lebih dari 70 kalori pertahun-nya. Betapa kecilnya.

Padahal ada begitu banyak manfaat dari madu. Sampai-sampai Allah SWT menurunkan ayat khusus tentangnya, An-Nahl, yang menceritakan tentang lebah dan madu yang dihasilkan. Memacu pertumbuhan dan kesehatan otak adalah salah satu yang dihasilkanya. Menambah kekebalan tubuh, juga salah satu di antara keistimewaanya. Begitu manis dengan kadar gula yang rendah juga menjadi kelebihanya.

Namun, ada yang lebih dahsyat dari keistimewaan fisik yang dipersembahkan lebah dalam madu, yaitu hikmah. Lebah selalu hidup dalam kebersihan dan menghasilkan yang bersih pula. Ia makan dari sesuatu yang baik pula. Begitu pula dengan jumlah kebaikan yang dihasilkanya, luar biasa. Sebenarnya, lebah memproduksi madu untuk kebutuhan panganya. Nektar dari bunga, dicampur dengan sekresi dari dalam tubuh lebah yang kemudian menghasilkan madu. Madu inilah yang akan menjadi bekal lebah untuk melalui musim dingin yang panjang ketika tak di temui nektar-nektar untuk bekahl pangan mereka.

"Ia mencari sesuatu yang baik, untuk bekal perjalanan yang panjang. Tetapi tak hanya untuk dirinya. Sesungguhnya lebah hanya butuh sedikit dari madu yang ia produksi. Jumlah yang ada, jauh melampaui dari kebutuhan yang dibutuhkan oleh lebah itu sendiri. Berlebihankah? Tidak, karena ia hanya tunduk pada Allah Swt,” Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warna, didalamnya terdapat obat yang dapat menyembuhkan bagi manusia "(Qs; An-Nahl:16:69).

Andai saja kita tak sekedar melihat. Umpamanya manusia tak sekedar tahu. Tentu akan begitu banyak hikmah yang bisa dipetik dan dijadikan bekal untuk kehidupan kelak. Ketika menhadap dan membuka buku besar catatan perbuatan dihadapan Allah yang Maha Besar.

Satu saja makhluk allah sudah cukup memberi kita pelajaran yang berharga. Satu saja, tak perlu banyak-banyak. Sehingga kelak ,kita mampu menjawab amal apa saja yang telah diperbuat. Nantu juga kita akan mampu mengajukan bukti bahwa sabda Rasulullah tentang manusia yang paling bermanfaat, sudah pula berusaha kita penuhi. Semoga kita mampu memberikan manfaat sebesar mungkin. Seluas mungkin kepada seluruh Alam.



 
madhayudis's . at 5:13 PM | Permalink


4 Komentar:


At 7:58 PM, Blogger pyuriko

jadi ingin mencontoh lebah itu,...

 

At 7:15 PM, Blogger afin yuliani

This comment has been removed by a blog administrator.

 

At 7:22 PM, Blogger afin yuliani

iya yah, sesungguhnya manusia memang harus banyak belajar bukannya banyak ngiler ya? salam bos...

 

At 12:58 AM, Anonymous RH

bener juga se, jngn banyak ngiler. btw, ngiler ama apaan ya? hiks